Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Sikapi Dugaan Korupsi Proyek BP2TD Mempawah Jadi Sorotan, Warga Desak Penanganan Transparan dan Tuntas

BARAJP NEWS

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:42 WIB

5040 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEMPAWAH –13- 7-2026 Penanganan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Mempawah kembali menjadi sorotan publik. Kasus yang disebut menyebabkan potensi kerugian negara sebesar Rp32,4 miliar itu dinilai belum menunjukkan perkembangan yang jelas, sehingga memicu desakan agar proses hukum dilakukan secara transparan dan menyeluruh.
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Bebersih Wujudkan Sanksi Hukum Penyimpangan APBN Di Kab Mampawah Kalbar Wujudkan Hukum!!! Permasalahan dugaan penyimpangan anggaran pembangunan proyek Balai Pendidikan dan Pelatiahan Transportasi Darat sangat mudah. Banget pengingkapannya dengan hanya kata pasti. Terungkap

Prof DR Sutan Nasomal Menyampaikan kepada media : Sejumlah elemen masyarakat mempertanyakan perkembangan penyidikan setelah perkara tersebut ditangani oleh Polda Kalimantan Barat. Hingga kini, publik menilai belum ada kepastian mengenai tahapan penanganan perkara, termasuk kapan berkas perkara akan dilimpahkan kepada pihak kejaksaan. Prof Sutan Nasomal meminta Presiden RI Prabowo Subianto agar perintahkan APH untuk menuntaskan terkait kasus yang menjadi perhatian masyarakat.

Perhatian masyarakat juga tertuju pada pihak-pihak yang telah diproses hukum. Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi juga mengusut dugaan keterlibatan pihak lain apabila memang didukung alat bukti yang cukup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga Mempawah, Andi Kamaludin, menyampaikan harapannya agar proses penegakan hukum dilakukan secara terbuka dan profesional.

“Kami meminta aparat penegak hukum membuka perkembangan penanganan perkara ini kepada masyarakat. Jika masih ada pihak lain yang diduga terlibat berdasarkan alat bukti, kami berharap semuanya diproses tanpa pandang bulu. Jangan sampai ada kesan hukum hanya menyentuh sebagian pihak,” ujarnya.

Selain masyarakat, sejumlah organisasi seperti Center for Budget Analysis (CBA) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga disebut turut mendorong agar penanganan kasus dilakukan secara transparan serta tidak berhenti pada pihak tertentu saja. Prof DR Sutan Nasomal mendukung adanya transparansi sesuai permintaan masyarakat.

Mereka meminta penyidik mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum. Apabila dalam prosesnya ditemukan hambatan, mereka berharap koordinasi dengan lembaga penegak hukum lain dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Prof DR Sutan Nasomal bersama Masyarakat juga berharap pengawasan terhadap penanganan perkara dilakukan oleh lembaga terkait agar proses hukum berjalan objektif, profesional, dan memberikan kepastian hukum.

Kasus dugaan korupsi proyek BP2TD Mempawah kini menjadi perhatian luas karena menyangkut penggunaan anggaran negara dalam jumlah besar. Publik berharap aparat penegak hukum dapat segera memberikan perkembangan resmi mengenai proses penyidikan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum tetap terjaga.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi terbaru dari Polda Kalimantan Barat terkait perkembangan penyidikan maupun jadwal pelimpahan berkas perkara ke kejaksaan.

Pemerhati Masyarakat dan Guru Besar Ilmu Hukum International
Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS. (*)

Berita Terkait

PW GP Al Washliyah DKI: Jika Anggota DPR Saja Diteror, Bagaimana Nasib Korban Judol dan Pinjol?
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Bentuk Datgas Pertanahan Terlibat KasusbTanah Tidak Penjarakan Segera!!!
Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029
Dukungan Rumah Moderasi Di HUT Bhayangkara Ke-80: Ciptakan Rasa Aman Anak Dari Paham Radikalisme Diruang Digital
PMAKI Gelar Bimbingan Teknis Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan dan Kepemimpinan Berintegritas
Ketegasan DPR RI Yasonna Laoly Patut Dicontoh, Negara Harus Hadir Lindungi Rakyat
Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia
Komunitas LAI Bersama Komunitas Driver Ambulace, Dorong Literaai untk Kamtibmas dan Cegah Anarkis

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:10 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:44 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:27 WIB

Miris! Ternyata Kapolrestabes Medan Sering Bohongi Keluarga Korban Pencurian Yang Jadi Tersangka Usai Nangkap Maling ?

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:02 WIB

Komitmen Zero HALINAR. Lapas Narkotika Langkat Lakukan Pemeliharaan Berkala Perangkat Jammer

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:07 WIB

Prosesi Adat Meriah, LAMR Meranti Serahkan Datuk AKBP Aldi Alfa Faroqi ke LAMR Rokan Hilir

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:55 WIB

Kompak Pakai Caping, Kapolsek Tapung Hilir Bersama BPP dan PT SEBAL Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan

Jumat, 26 Juni 2026 - 00:36 WIB

Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Perintahkan Aparaturnya SIPIL POLRI TNI Bila Terkait Proyek APBN Pusat APBD Provinsi Kota Kab Pasang Plang Spanduk!!

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:54 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Sergai Hidupkan Kegiatan Kearifan Lokal Lewat Gelar Festival Layang-Layang “Semarak Langit”

Berita Terbaru