Polisi Tangkap Penimbun BBM Subsidi di Bengkulu, Negara Rugi Ratusan Juta Rupiah

BARAJP NEWS

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025 - 02:54 WIB

50205 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu — Subdirektorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Bengkulu berhasil mengungkap kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di wilayah Kota Bengkulu. Seorang pria berinisial PI ditangkap setelah diketahui melakukan aktivitas ilegal tersebut secara rutin dan terorganisir dengan memanfaatkan celah sistem distribusi subsidi di salah satu SPBU.

PI menjalankan modus operandi dengan cara mengisi penuh tangki truk berulang kali setiap hari menggunakan barcode kendaraan. Belakangan diketahui, truk yang digunakan tidak layak jalan berdasarkan hasil pemeriksaan dari Balai Pengujian Kendaraan Bermotor. Meski tidak digunakan untuk mengangkut barang, truk tersebut tetap dioperasikan hanya untuk menampung solar subsidi yang kemudian dikuras kembali ke dalam jeriken untuk dijual secara eceran di atas harga resmi.

Pihak kepolisian menyebut pelaku telah melakukan pengisian BBM sebanyak 481 kali, dengan total pembelian mencapai 42,8 kiloliter Bio Solar. Aktivitas ilegal tersebut dilakukannya secara terus-menerus hingga akhirnya terendus oleh aparat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap kali selesai mengisi BBM di SPBU, pelaku membawa truk pulang ke kediamannya, lalu mengalirkan solar dari tangki truk ke jeriken berkapasitas 30 liter menggunakan selang. Dalam satu hari, pelaku mampu mengumpulkan antara lima hingga enam jeriken yang kemudian dijual kembali dengan harga Rp10.000 per liter. Padahal, harga resmi Bio Solar subsidi di SPBU saat ini masih sebesar Rp6.800 per liter. Dengan demikian, pelaku memperoleh keuntungan sebesar Rp3.200 untuk setiap liter bahan bakar yang dijualnya.

Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Andy Pramudya Wardana menyatakan bahwa penyidik turut menghitung kerugian negara akibat aktivitas ini. Dihitung dari selisih harga subsidi dan harga eceran yang ditetapkan pemerintah, total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp276 juta.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit truk tronton yang digunakan untuk menampung solar, enam jeriken berisi Bio Solar, masing-masing berkapasitas 30 liter, tiga jeriken kosong kapasitas 35 liter, serta 174 liter Bio Solar yang siap diedarkan.

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kompol Mirza Gunawan, menyatakan bahwa penyidik masih melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain atau jaringan distribusi ilegal yang terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM subsidi ini.

Atas perbuatannya, PI dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Pasal tersebut mengatur sanksi bagi siapapun yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM tanpa izin resmi. Ancaman hukuman atas pelanggaran ini adalah pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal sebesar Rp60 miliar.

Polda Bengkulu menegaskan akan terus memperketat pengawasan terhadap distribusi dan penggunaan BBM bersubsidi, guna mencegah penyalahgunaan serupa ke depan. Praktik penimbunan dan penjualan kembali bahan bakar bersubsidi dinilai merugikan negara dan masyarakat luas, terutama kalangan yang sangat membutuhkan subsidi untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari. *

Berita Terkait

Peringati Harkitnas dan Reformasi, Mahasiswa Karawang Tolak Hoaks dan Tindakan Anarkis
Prestasi atau Sekadar Seremoni? Menguji Nyali RW di Balik Kasus Asusila yang Membeku di Polda Metro Jaya
Semangat Kolaborasi: Polda Riau dan Pemprov Gelar Apel Satgas Anti Narkoba, IBU-IBU Panipahan Diangkat Jadi Duta
Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda
Komitmen Polsek Bosar Maligas Tak Pernah Padam: Mahasiswa Pengedar Sabu Dibekuk Dini Hari, Jaringan Batu Bara Dibidik
Kadisdukcapil Pekanbaru Terkesan Arogan: Ros Diblokir Tidak Bisa Masuk Ruang Pelayanan, Bunga Ditolak Karena Aturan Baju
Serangan Berita Tanpa Dasar Dinilai Tidak Tahu Etika, Publik Justru Mengingat Kasus Pemalsuan Tanda Tangan yang Pernah Terjadi
Dugaan Konsumsi Sabu dan Pemalsuan Tanda Tangan oleh Oknum Pers, Siapa yang Akan Bertanggung Jawab atas Kerusakan Ini?

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:10 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:30 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:44 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:27 WIB

Miris! Ternyata Kapolrestabes Medan Sering Bohongi Keluarga Korban Pencurian Yang Jadi Tersangka Usai Nangkap Maling ?

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:07 WIB

Prosesi Adat Meriah, LAMR Meranti Serahkan Datuk AKBP Aldi Alfa Faroqi ke LAMR Rokan Hilir

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:55 WIB

Kompak Pakai Caping, Kapolsek Tapung Hilir Bersama BPP dan PT SEBAL Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan

Jumat, 26 Juni 2026 - 00:36 WIB

Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Perintahkan Aparaturnya SIPIL POLRI TNI Bila Terkait Proyek APBN Pusat APBD Provinsi Kota Kab Pasang Plang Spanduk!!

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:54 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Sergai Hidupkan Kegiatan Kearifan Lokal Lewat Gelar Festival Layang-Layang “Semarak Langit”

Berita Terbaru