
Banjir tersebut menyebabkan meluapnya air dan membawa material lumpur ke area pemukiman, termasuk halaman dan bagian dalam Masjid Al-Ikhlas. Ketebalan lumpur yang menutupi kawasan masjid dan sekitarnya mencapai sekitar satu meter, menyulitkan warga untuk melakukan pembersihan secara mandiri. Selain masjid, beberapa bangunan lain yang turut dibersihkan adalah kamar mandi masjid, Posyandu Desa Rigeb yang terletak di sisi masjid, serta TPA Uswatun Hasanah.
Kegiatan gotong royong dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Para personel membawa serta alat-alat kerja seperti cangkul, sekop, gerobak sorong, serta peralatan kebersihan lainnya. Selama lebih dari dua jam, mereka bekerja bersama warga membersihkan lumpur dan membersihkan lokasi dari material yang terbawa saat banjir menerjang.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan personel dari Polsek Blangkejeren, tetapi juga partisipasi aktif dari sejumlah anggota Polres Gayo Lues. Tindakan kolaboratif tersebut menjadi simbol kepedulian institusi kepolisian dalam membantu meringankan beban masyarakat yang menjadi korban bencana alam. Menurut IPTU Syamsuddin, partisipasi aktif dari anggota Polri dalam kegiatan sosial semacam ini merupakan bagian dari upaya untuk membangun sinergi yang kuat antara aparat keamanan dengan warga di wilayah hukumnya.
Ia menambahkan, selain menjalankan tugas pengamanan dan penegakan hukum, Polri juga memiliki tanggung jawab sosial untuk turut serta memberikan dampak positif di masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan. Diharapkan, melalui kegiatan bhakti sosial seperti ini, rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara aparat dan masyarakat akan semakin erat, terlebih di saat-saat sulit seperti pasca bencana alam.
Pembersihan kawasan Masjid Al-Ikhlas dan sekitarnya selesai pada pukul 11.40 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dinyatakan aman dan berjalan dengan lancar. Tidak ditemukan kendala berarti yang menghambat proses gotong royong.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari warga setempat yang merasa terbantu dengan aksi cepat dan tanggap dari jajaran kepolisian. Masyarakat Desa Rigeb menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian aparat kepolisian, yang telah mengulurkan tangan di tengah masa-masa sulit setelah terdampak banjir.
Dalam dampak langsungnya, bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah tersebut disebut berkaitan erat dengan intensitas hujan tinggi yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir. Kondisi geografis yang berbukit serta kurangnya saluran drainase turut memperparah akumulasi air dan lumpur hingga menyebabkan genangan serta longsoran di sejumlah titik.
Dengan semakin seringnya kejadian bencana semacam ini, aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan sigap dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kapolsek Blangkejeren menyatakan pihaknya siap bekerjasama dengan instansi lain, termasuk BPBD dan pemerintah daerah, dalam langkah antisipatif dan penanganan pasca bencana di masa mendatang.
Ke depan, kegiatan bhakti sosial seperti ini akan terus digalakkan guna memperkuat solidaritas antarwarga dan pihak kepolisian, sekaligus menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pelayan masyarakat dalam arti yang luas. (Abdiansyah)