Pemkot Bandung Kerahkan 8 Armada Angkut Sampah di Eks TPA Dago

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 21:49 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Bandung Kerahkan 8 Armada Angkut Sampah di Eks TPA Dago

Nusa.update

Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mengangkut sampah di berbagai titik kota. Pada Kamis, 20 November 2025, penanganan masif dilakukan di Eks TPA Dago, tempat tumpukan sampah yang menggunung sejak September dengan volume mencapai sekitar 150 meter kubik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Wilayah Cibeunying, Bowo Bagus memastikan, pengerahan armada dilakukan secara maksimal untuk menuntaskan persoalan yang sudah berlarut. “Target kami hari ini selesai. Kami kerahkan total 8 unit armada. Terdiri dari 3 truk tronton berkapasitas 25 meter kubik dan 5 unit armada berkapasitas 12 meter kubik,” kata Bowo.

Ia menjelaskan, penumpukan yang terlihat saat ini bukan terjadi dalam semalam, melainkan akumulasi hampir dua bulan terakhir. “Setiap hari sebenarnya ada pengangkutan. Tapi karena tonase armada dikurangi, akhirnya terjadi penumpukan hingga sebesar ini,” jelasnya.

Sejak pagi armada tersebut terlihat hilir-mudik membawa sampah yang sudah membentuk gunungan tinggi di lahan TPS. “Semua kekuatan kita keluarkan. Mobil bergerak terus, bergantian, supaya tumpukan bisa habis hari ini,” tambahnya.

Bowo menilai, persoalan sampah tidak akan bisa selesai tanpa keterlibatan masyarakat. Terlebih, Kota Bandung tidak memiliki TPA sendiri dan sangat bergantung pada TPA milik provinsi yang kini kondisinya overload.

“Kalau sampah tidak dipilah, semuanya menumpuk di TPA. Organik, anorganik, residu, semuanya dibuang. Itu membuat TPA cepat penuh,” tuturnya.

Ia kembali mengajak warga untuk melakukan pemilahan sejak dari rumah yaitu Sampah organik dapat dijadikan kompos. Sampah anorganik disetorkan ke bank sampah dan Sampah residu dibuang sesuai jadwal pengangkutan ke TPS.

“Pemilahan oleh warga dari sumber itu kunci. Lalu buang residu sesuai jadwal pengangkutan. Dengan begitu penumpukan bisa kita cegah,” katanya.

(Heb) **

Berita Terkait

Aliansi Mahasiswa SUCI Bergerak Gelar Refleksi Peringatan Hari HAM Sedunia
BEM REMA UPI Refleksi Peringatan Hari HAM Sedunia
Perjuangkan Kesejahteraan Lansia Terlantar, Pendamping Sosial Kemensos Ajukan PKH untuk Kakek Mada
Tanggapi Pernyataan Obon Tabroni, Ketua Umum FORTAL Nusantara Minta Langkah Nyata DPR RI Perangi Obat Keras Terlarang Tipe G di Bekasi
Menjaga Hal Ekologis Masyarakat Jawa Barat Di Tengah Alih Fungsi Lahan Dan Krisis Iklim
Provinsi Jawa Barat Kembali Menjadi Sorotan Nasional Sebagai Provinsi Dengan Tingkat Intoleransi Tertinggi
Kembangkan Ekonomi Karbon Digital, Wali Kota Teken Komitmen Awal dengan Indonesia Carbon Trade Association
Kajian BEM FH UNISBA“Membaca Ulang Pasal-Pasal KUHAP Yang Simpang Siur

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 00:15 WIB

Ponpes Tajul Alawiyyin: Jaga Kondusifitas di bulan Ramadhan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 03:13 WIB

Catatan Akhir Sekolah Gelar Do’a Bersama Pelajar se-Bogor, Perkuat Komitmen Tolak Tawuran dan Narkoba

Kamis, 20 November 2025 - 15:34 WIB

Serikat Mahasiswa Tangsel Gelar Dialog Kritis soal RUU TNI dan Kontrol Sipil atas Militer

Selasa, 11 November 2025 - 04:05 WIB

Cegah Dini Ancaman Sindikat TPPO, Kantor Imigrasi Bekasi Komitmen Berikan Layanan Penerbitan Paspor Cepat Tepat Humanis

Minggu, 9 November 2025 - 17:18 WIB

​GWI Banten Akan Aksi Demo, Pejabat DLH Tangsel Makin ‘Kebal Hukum’? Dugaan Korupsi Rp 37 M Mandek di Kejaksaan

Minggu, 9 November 2025 - 03:10 WIB

Ganja Diselundupkan dalam Kerangka Vespa, Polisi Bongkar Jaringan Antarprovinsi

Kamis, 6 November 2025 - 00:20 WIB

Kapolresta Soetta Kombes Pol Ronald Sipayung: Sinergi Lintas Instansi Kunci Tanggap Darurat Bencana

Senin, 3 November 2025 - 21:43 WIB

Pemkot Bekasi Dukung Peran Alumni BEM Nusantara dalam Pendidikan Demokrasi dan Advokasi Hak Masyarakat

Berita Terbaru