Kutacane – Universitas Gunung Leuser (UGL) di Kabupaten Aceh Tenggara menggelar wisuda ke-XI pada Sabtu (8/11/2025). Sebanyak 388 mahasiswa dan mahasiswi resmi diwisuda dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di lapangan kampus UGL.
Rektor UGL, Dr Indra Utama, mengatakan bahwa seluruh persiapan wisuda telah dilakukan jauh hari sebelumnya. Ia memastikan bahwa semua mahasiswa telah diberi pemberitahuan resmi dan undangan untuk mengikuti prosesi pelepasan sarjana tersebut. Dari total jumlah wisudawan, sekitar 200 di antaranya diketahui berasal dari desa.
“Kami sudah informasikan sejak lama kepada calon wisudawan agar mempersiapkan keperluan wisuda. Undangan juga sudah dikirim ke semua peserta,” ujar Indra saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (7/11/2025).
Wisudawan UGL kali ini berasal dari enam program studi jenjang S1, yaitu Manajemen (98 orang), Agroteknologi (96 orang), Pendidikan Biologi (69 orang), Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (50 orang), Akuntansi (38 orang), dan Teknik Sipil (37 orang).
Wisuda bukan hanya menjadi ajang pelepasan sarjana, namun juga momentum menunjukkan tanggung jawab akademik mahasiswa. Rektor menegaskan bahwa karya ilmiah atau skripsi yang disusun harus merupakan hasil pemikiran mahasiswa sendiri, tanpa menggunakan bantuan pihak lain.
“Skripsi harus dibuat sendiri. Kalau bisa tanpa bantuan luar. Itu menunjukkan kualitas mahasiswa,” ujarnya.
Pihak kampus mematok biaya Rp 1.800.000 per mahasiswa untuk keperluan wisuda, mulai dari toga hingga kebutuhan teknis lainnya. Menurut pihak universitas, biaya tersebut digunakan secara transparan dan disesuaikan dengan kebutuhan acara.
Acara juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting seperti Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhri, Ketua DPRK Deny Febrian Roza, serta Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh Dr. Ir. Rizal Munandi. Kehadiran para tamu kehormatan sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi UGL dalam mendidik generasi muda di Aceh Tenggara.
Rektor berharap para lulusan dapat menjadi agen perubahan di masyarakat dan membawa nama baik almamater di dunia kerja maupun di tengah kehidupan sosial. “Kami percaya para lulusan ini mampu menghadirkan dampak positif bagi daerah, khususnya di Tanoh Alas yang kita cintai,” tutup Indra Utama. (*)
































